Selasa, 19 April 2011

FLU SINGAPUR

MENCERMATI FLU SINGAPUR
Flu Singapur, lalu muncul kata-kata berawalan flu lainnya, flu burung atau flu babi. Perlu diketahui bahwa ternyata flu Singapur ini tidaklah seganas flu burung ataupun flu babi yang mematikan, meski tetap harus dicermati juga. Apa dan bagaimana Flu Singapur itu, penjelasan berikut mudah-mudahan membantu..
Meski memang semua penyakit harus dicermati penanganannya, tapi tidak perlu panic jika si kecil ternyata terkena flu Singapur. "Flu Singapur" sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM ). Tidak ada penjelasan kenapa kemudian penyakit ini dikenal sebagai Flu Singapur di Indonesia, yang pasti Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, dan seperti beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Flu ini juga harus dibedakan dengan penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak (foot and mouth disease), keduanya tidak berhubungan jenis virusnya berbeda hanya nama penyakitnya saja yang mirip,
Penyebab KTM yang paling sering menyerang pada pasien di Asia adalah Coxsackie A16 dan enterovirus 71, penyakit ini memang sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM umumya menyerang anak-anak dibawah 10 tahun, orang dewasa jarang menderita penyakit ini. Flu Singapur jarang menyerang orang dewasa karena orang dewasa memiliki sistem kekebalan tubuh cukup kuat untuk mengalahkan virus ini. Gejala awal mula-mula demam tidak tinggi, yang dapat disertai sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, lemas atau gejala seperti flu pada umumnya. Setelah itu 1- 2 hari kemudian timbul bruntus pecah, ada 3-10 ulcus dumulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Lalu timbul ruam berisi air (vesikel) terutama di telapak tangan dan kaki, yang mirip dengan cacar air sehingga kadang kadang disangka cacar air oleh orangtua pasien. Ruam di kulit telapak tangan dan kaku kemudian melepuh kemerahan, tapi tidak gatal dan tidak meninggalkan bekas nantinya.
Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya bila daya tahan tubuh pasien baik, dan tak ada obat yang spesifik untuk anti virus flu Singapur ini dan tidak ada vaksin. Gejala-gejala yang ditimbulkan dapat segera hilang dengan menggunakan obat-obatan atau multivitamin yang biasa digunakan untuk influenza. Jika ada anak yang dirawat biasanya karena anak itu tidak mau makan jadi tubuh lemas dan harus dirawat.
Flu singapur sangat mudah menular, penularannya sama seperti penularan flu pada umumnya, yaitu melalui kontak langsung saat bicara, batuk, bersin, yang dapat mengeluarkan cairan saluran nafas juga bisa melalui cairan kulit yang melepuh dan mengenai kulit. Untuk pencegahan, hindarilah kontak langsung dengan penderitanya. Terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap berbagai macam penyakit.
Seperti infeksi virus pada umumnya yang dapat sembuh sendiri flu singapur pun demikian, yang menjadi masalah adalah terjadinya infeksi sekunder. Karena infeksi virus ini daya tahan tubuh melemah akibatnya bakteri yang tadinya tidak berbahaya (non pathogen) menjadi lebih berbahaya (pathogen), infeksi bakteri inilah yang dapat berakibat lebih fatal. 
TIPS PENCEGAHAN DAN MENGATASI FLU SINGAPUR
  • Menjaga kebersihan dan sanitasi yang sehat dan higiene.
  • Menjaga kesehatan badan, cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.
  • Bawa ke dokter atau rumah sakit jika terjadi gejala-gejala penyakit ini, dan beristirahat yang cukup.
  • Perbanyak minum air putih, agar tidak dehidrasi.
  • Mengonsumsi multivitamin agar daya tahun tubuh kuat.
  • Hindari kontak dengan penderita (bermain, memeluk, mencium, makan dengan wadah yang sama dll)
  • Jika sudah terkena, sebaiknya jangan beraktifitas diluar rumah dahulu, karena akan memicu penularan penyakit ini ke anak yang lain.
  • Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, tidak perlu dirawat di rumah sakit
  • Jika terjadi komplikasi atau kesulitan makan yang berat maka penderita perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

harap berkomentar yang sopan dan tidak menyinggung SARA